Ustadz Berprestasi

Pengalaman Mengikuti MTQ XXIV di Madiun

Oleh : Ustadz Abdur Rohem, Al Hafidz

 

MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) adalah sebuah ajang untuk mengukur kualitas ilmu kita dalam hal Al Qur’an, agar kita tahu sedalam apa kita telah mempelajari al-Qur’an. Sama halnya dengan siswa yang belajar di bangku sekolah. Jika dia tidak pernah mengikuti ujian atau berbuat curang dalam ujian (menyontek), maka ia tidak akan pernah tahu kadar kemampuan yang sesungguhnya. Nah, dengan mengetahui kadar kualitas ilmu kita, diharapkan agar kita lebih giat lagi dalam mempelajari ilmu Al Qur’an. Mengkutip perkataan Ustadz Mudawi Ma’arif ‘‘ikut MTQ sama dengan thalabu al-ilmi’’.

Selain sebagai pengukur kualitas, MTQ juga merupakan momentum yang sangat spektakuler. Karena selama berlangsungnya MTQ, kita dikarantina di sebuah tempat bersama para ahli Al – Qur’an se-Jawa Timur. Dengan begitu, kita akan sadar bahwa di luar sana sangat banyak orang yang a’lam dari kita, terutama dalam ilmu Al Qur’an.  Sebagaimana firman Allah ‘wa fauqo kullu dzi ‘ilmin ‘alim’. Kesadaran tersebutlah yang akan membangkitkan semangat kita untuk selalu mengukir sebuah kata dalam pikiran dan hati kita, BELAJAR,,,, BELAJAR,,,, dan terus BELAJAR.

Kesan

MTQ Provinsi Jawa Timur adalah MTQ tingkat provinsi paling bergengsi se-Indonesia. Mendapatkan nilai tertinggi pada babak penyisihan merupakan sebuah karunia Allah SWT yang sangat besar bagiku. Sebagaimana perkataan Nabi Sulaiman A.S yang diabadikan di dalam Al Qur’an ketika ia mendapat sebuah nikmat “hadza min fadhli rabbi, liyabluwani a-asykuru am akfur”. Kekalahan pada babak final yang sekaligus menjadikanku Juara 3 MHQ Tafsir Bahasa Arab, juga merupakan sebuah nikmat besar bagiku. Karena dengan kekalahan tersebut, diri ini akan lebih sadar bahwa ilmu yang telah kuperoleh belum layak untuk menjadikanku disebut sebagai ahlu al-Qur’an. Harus lebih banyak belajar, men-tadabburi serta mengamalkan semua kandungan Al Qur’an.

Pesan

Rasulullah SAW bersabda “sesungguhnya Allah memiliki keluarga di muka bumi ini”. Sahabat bertanya “siapakah mereka wahai Rasulullah?”. Rasul menjawab “ahlu al-Qur’an adalah keluarga Allah dan orang istimewa bagi Allah”.

Teman-teman, marilah kita berlomba-lomba untuk menjadi keluarga Allah di muka bumi ini dengan mempelajari dan mengamalkan Al Qur’an. Wallaahua’lam Bisshowaab

 

NAMA :  Ustadz Abdur Rohem, Al Hafidz

TTL :  KOTA BARU, 24 April 1988

ISTRI :  Ustadzah Khudsiyah, Al Hafidzah

PUTRI : Nabila Az Zahra

MOTTO : Kerja Keras – Kerja Cerdas – Kerja Ikhlas

AMANAH : Manajer Griya Al Qur’an Cabang Madiun

PRESTASI : Juara III MTQ se-Jatim Kategori Tafsir Bahasa Arab

Artikel Lainnya:

  1. Kebahagiaan Menurut Pandangan Islam
  2. Griya Al Qur’an
  3. Mengapa mempelajari dan menghafal Al Qur’an
  4. Orang Beriman Pantang Mengeluh
  5. Menyembuhkan Penyakit Dengan Banyak Bersodaqoh

Leave a Reply